Rabu, 11 April 2012

Aku ingin mengerti part IV

Aku ingin mengerti part IV
Diragukan atas nama sayang …
29/03/12
Di zaman yang canggih seperti sekarang ini tidak mustahil bagi mereka untuk melakukan berbagai kontak, bahkan sampai dibilang tidak mau jauh-jauh dari yang namaya alat canggih itu seperti computer ato laptop, televise, film dan yang lebih ketergantungan lagi adalah handphone ato mobile handphone atau telepon seluler ato telepon genggam dan beragam nama lainny yang disandarkan kepada benda yang satu itu. Orang tidak bisa jauh-jauh dari yang satu itu, maka tah heran jika bayak bermunculan hal-hal yang tidak cukup rasional yakni sms nyasar atao yang dikenal oleh ayu ting-ting sebagai alamat palsu. Bagaimana tidak dengan membawa-bawa orang yang tersayang orang rela menakuti orang lain dengan cara mengirimkn sms yang bernada mengancam tersebut ke teman lainnya.
Ironi sekali memang dengan mengatakan bahwa saya juga saying kepada diri sendiri atau pun kepada orang yang disayang missal ibu. Ia pun melemparkannya ato mengirimnya ke banyak orang yakni temannya snediri. Nada terror tersebut biasanya berbuni “…….. sebarkan kalau tidak kamu akan mendapat azab yang berat selama 1 tahun missal ……. ato orang yang kamu saying akan mnderita sakt apa … gituh ato ….. sebarkan kalo tidak ibumu akan mati”. Itu sekelumit ketololan yang mengahntui para penerima terror sms, dan sayangnya lagi dengan mengatasnamakan saying ia yang menerima sms teroro itu mengirimkan lagi kepada yang lain. Saya berani katakana bahwa ini namaya bukan saying tapi ingin menimpakan keapesan kepada pihak lainnya kalo memang ia percaya terhdap sms yang tiada guna tersbeut. Padahal kalo ia lebi percya terhadap dirinya ia tidak akan yakin ama tu sms dan menghapusnya bukan malah disebarkan kepada teman yang lainnya, benar-benar dan sungguh sialan. Atau pun kalo memang ia percaya setidaknya percaya sendiri saja jangan langsung mengirim kepada yang lain. Karena dengan berbuat seperti itu sbetulnya ia tak lebih dari pecundang yang ingin membebaskan diri dari keterpurukan ia atas sms yang diterima kepada yang lain, dan secara langsung ia pun percaya kepada sms yang bernada terror tersebut. Padahal ia tahu sendiri bahwa semua kejadian yang akan dating tidak ada yang tahu kecuali Tuhannya, tapi justru ia malah gaduh hanya karena menerima sms sialan itu. Huh ….

Aku ingin mengerti part V

Aku ingin mengerti part V
‘Engeh’ kah ?
30/03/12

Kita mencintai sesuatu karena terlihat sama seperti kita yakni balik mencintai. Tidak lain adalah makhluk hidup baik itu seseorang maupun binatang peliharaan. Namun, sadarkah kita terhadap sesuatu yang selama ini selalu membuat kita merasa ‘terpenuhi’ ? sebagian orang mungkin masih ‘engeh’ dengan sesuatu yang membuatnya enak itu, tapi apakah begitu dengan yang lainnya termasuk diriku?. Seperti yang aku kenal, biasanya ketika seseorang memiliki suatu yang baru, ia akan sangat mengaguminya dan menggunakan dengan penuh hati-hati. Takut tergoreskah, atau jatuh lah yang akan menimpa miliknya yang baru. Hanya saying rasa saying terhadap miliknya tersebut kadang tidak sepenuhnya untuk memiliki. Jadi sebatas kebutuhan mengapa ia memilki. Memang saying karena walaubagaimanapun juga yang kita miliki adalah sesuatu yang selalu berharga bukan menjadi bahan bulan-bulanan yang tergantung dari kebutuhan.
Seperti juga diriku, aku mengakui bahwa aku khilaf kalau selama ini aku selalu mendapat kebutuhan dari yang aku milki namun aku tak pernah membuatnya dihargai oleh adanya dia di sisiku. Kalau kata orang mungkin itu sesuatu yang tak musti dihiraukan tapi tidak bagiku. Cukup sudah aku tak menghiraukannya selama ini. Saat ini saat yang harus aku buktikan bahwa aku menghargainya sama seperti ia menghargaiku dibalik dari semua yang aku ingini dan butuhi walau ia tak seperti yang lain, hidup, bisa bicara, atau sejenisnya. Tetap, ia adalah seseorang yang membuatku bahagia dan bangga. Sayangku harusnya ada baginya dan sekarang aku memilikinya dan aku harap ini akan selalu ada.

Ku tulis ini untuk emok ku si laptop yang selalu membantu serta ada di sisiku tiap aku butuh ataupun tidak sama sekali. Aku saying padamu emok, akupun ingat bagaimana aku dan adikku yang dibantu kakak iparku untuk menghadapi pedagang dengan mengerahkan segala upaya agar bisa mendapatkanmu. Sekarang, kau berada dihadapanku dan hamper selama aku kuliah kau selalu menemaniku. Aku emncintaimu seperti juga dirimu yang selalu memenuhi kebutuhanku ini hingga saat ini dan sampai kapanku.

Love u emok . . .

Sabtu, 07 April 2012

Aku ingin mengerti part VIII

Aku ingin mengerti part VIII
“Bunga” kata-nya.
07/04/2012
Tak pantas sebenarnya, bila ia dikata bunga karena bunga jauh lebih cantik dari dirinya. Tapi kalaupun begitu, ia pun bersyukur atas Tuhannya yang senantiasa menyayanginya.
Ia pun harap-harap cemas dengan jenisnya, emmm maksudnya merasa normal seperti yang lainnya, yang sudah tak asing untuk waktu sekarang ini. Kenapa ia nyatakan ‘waktu’ sekarang ini? Karena esok atau lusa keadaan belum tentu akan sama seperti sebelum-sebelumnya. Maka, sepantasnya mensyukuri yang merupakan kewajiban ia sebagai seorang yang biasa.
Ia tak lebih dari seorang makhluk yang apa adanya walaupun diada-adakan atau ditutup-tutupi, yang menurutnya bae mungkin dengan berbuat begitu. Kendala ia ketika ‘mungkin’ ada yang meliriknya adalah sangat malu dan minder. Mengapa tidak, sudah dikatakan ia biasa, dan bunga? Sungguh sangat cantik tapi … tergantung dari bunganya siiiee … hem
Cantiknya lagi, si dia yang ‘katanya’ bunga meren bertindak dengan berimagine bahwa ia ingin meninggal kala ada orang yang ‘meliriknya’ sehingga jauh membuat dirinya cantik, dan seolah itu ia damba. Maka dari itu, mana ada orang berpikir sampai ke sana kala ia sedang bahagia? Terkecuali ia memang tidak biasa seperti biasanya orang kala bahagia.
Entah apa yang menjadikan pikiran itu begitu berbunga-bunga dalam benaknya, namun, itulah dia yang dikata ‘bunga’. Saat ini ia berkata dan merasa bahwa yang membuat dirinya berbunga-bunga seperti bunga adalah dengan bersyukur, dan dengan bersyukurlah ia menjadi ‘merasa’ bunga yang berbunga-bunga. Cantik, tapi tidak mempercantik karena tidaak ada yang patut dipercantik dari ia sebagai seorang makhluk biasa. Diakui ia biasa, tapi …. Ia mencoba tidak biasa-biasa agar ia tidak menjadi biasa.

Aku Ingin Mengerti part VII


Aku ingin mengerti part VII
Bebal
05/04/12

Waktu tidak dapat kembali lagi, akuilah bahwa semuanya telah terlanjur dan keterlanjuran tersebut sudah usang untuk diingat karena akan membuat diri menjadi nelangsa oleh rasa penyesalan. Kenapa tidak dari dulu? sehingga apa-apa yang dibutuhkan saat ini cenderung disalahkan kepada masa-masa yang telah tertinggal di sana tanpa dimanfaatkan dengan baik seperti sekarang ini dimana merasa menyesal atas semua keterlanjuran yang memang telah terlanjur.
Sebenarnya kalopun disesali juga percuma kalo sesal itu tidak diubah ke yang seharusnya walau dikata terlambat dan lebih baik dilakukan daripada mengendapkan keterlambatan itu dengan penyesalan yang tiada guna hasil dari tidak memanfaatkan dari rasa menyesal itu dimana diri sadar dan memang mampu untuk memperbaiki.
Sudahlah, engahkan rasa sesal itu dan dengan sadar cepat penuhi. Terjangkau oleh kemampuan saat ini terhadap sesuatu yang dibutuhkan yang seharusnya dipenuhi sejak dulu. Apa mungkin untuk bisa sadar itu harus ‘butuh’ dulu? Lalu apa beda dengan dulu yang diabaikan? Apa memang karena ‘engeh’ nya baru saat ini? Atau memang ‘sadar’ akan pentingnya kebutuhan itu baru sekarang?
Seperti diriku saat ini, pas sadar akan pentingnya sesuatu yang seharusnya dipunyai sejak dulu kepepet sekarang. Namun, tetap bersyukur karena akan langsung ku lakukan, bagaimanapun caranya asal masih dalam tahap aman. Terbayang dalam benakku, dulu aku acuh sekarang aku mengemis-ngemis untuk mencari apa yang dulu aku acuhi. Memalukan memang, tapi semua itu akan lebih memalukan kalau tidak didapatkan untuk kali ini, walaupun memalukan.
Oleh karena itu, aku mencoba untuk tidak memusingkan atas penyesalanku terhadap sikapku yang dulu mengenai sesuatu yang kini menjadi penting sekali buatku. Aku harap hal ini menjadi ancaman atas diriku untuk lebih bersikap baik terhadap apa-apa yang walaupun terlihat sederhana, sebelum semuanya membalikkan diriku menjadi sesuatu yang lebih tidak berguna. Ancaman tersebut bukan suatu yang patut untuk ditakuti tapi lebih bersikap waspada agar nanti tidak terlalu menyesal seperti sesalku saat ini.

Kamis, 05 April 2012

Aku Ingin Mengerti part VII

Aku ingin mengerti part VII
Bebal
05/04/12

Waktu tidak dapat kembali lagi, akuilah bahwa semuanya telah terlanjur dan keterlanjuran tersebut sudah usang untuk diingat karena akan membuat diri menjadi nelangsa karena rasa penyesalan. Kenapa tidak dari dulu? sehingga apa-apa yang dibutuhkan saat ini cenderung disalahkan kepada masa-masa yang telah tertinggal di sana tanpa dimanfaatkan dengan baik seperti sekarang ini dimana merasa menyesal atas semua keterlanjuran yang memang telah terlanjur.
Sebenarnya kalopun disesali juga percuma kalo sesal itu tidak diubah ke yang seharusnya walau dikata terlambat dan lebih baik dilakukan daripada mengendapkan keterlambatan itu dengan penyesalan yang tiada guna hasil dari tidak memanfaatkan dari rasa menyesal itu dimana diri sadar dan memang mampu untuk memperbaiki.
Sudahlah, engahkan rasa sesal itu dan dengan sadar cepat penuhi. Terjangkau oleh kemampuan saat ini terhadap sesuatu yang dibutuhkan yang seharusnya dipenuhi sejak dulu. Apa mungkin untuk bisa sadar itu harus ‘butuh’ dulu? Lalu apa beda dengan dulu yang diabaikan? Apa memang karena ‘engeh’ nya baru saat ini? Atau memang ‘sadar’ akan pentingnya kebutuhan itu baru sekarang?
Seperti diriku saat ini, pas sadar akan pentingnya sesuatu yang seharusnya dipunyai sejak dulu kepepet sekarang. Namun, tetap bersyukur karena akan langsung ku lakukan, bagaimanapun caranya asal masih dalam tahap aman. Terbayang dalam benakku, dulu aku acuh sekarang aku mengemis-ngemis untuk mencari apa yang dulu aku acuhi. Memalukan memang, tapi semua itu akan lebih memalukan kalau tidak didapatkan untuk kali ini, walaupun memalukan.
Oleh karena itu, aku mencoba untuk tidak memusingkan atas penyesalanku terhadap sikapku yang dulu mengenai sesuatu yang kini menjadi penting sekali buatku. Aku harap hal ini menjadi ancaman atas diriku untuk lebih bersikap baik terhadap apa-apa yang walaupun terlihat sederhana, sebelum semuanya membalikkan diriku menjadi sesuatu yang lebih tidak berguna. Ancaman tersebut bukan suatu yang patut untuk ditakuti tapi lebih bersikap waspada agar nanti tidak terlalu menyesal seperti sesalku saat ini.

Senin, 02 April 2012

Aku ingin mengerti part VI

Aku ingin mengerti part VI
01/04/12
MM bersama Slamet Rahardjo; TVRI
Aku sendiri tak sadar kalau aku bertemu lagi dengan acara ini. Maksudku, sebelumnya juga suka nonton hanya saja aku lupa tayangnya dan mengapa aku seperti kebetulan memejit remot ke channel yang satu ini. Jamuannya sangat menakjubkan diriku akan adanya diriku saat ini. Aku dapat tahu dan mengetahui siapa Slamet Rahardjo, Eross Djarot, Arswendo Atmowiloto, HS. Dillon, Bambang Widianto. Terutama apiliasi mereka yang berapi-api bahwa semuanya menjurus kepada yang seharusnya dipedulikan dan bukan ditiadakan oleh ketidakhirauan masing-masing dari kita.
Masih ingat kita terhadap situasi dan kondisi sebagai jawaban dari kebijakan yang walaupun belum dinyatakan namun telah berimbas effect terhadap yang belum dinyatakan itu. Seperti gambaran di lapangan akan adanya demo, bukan hanya pihak aparat ataupun yang bermaksud akan berdemo bersiap-siap dengan menyiapkan segalanya tapi juga pihak yang tidak terlibat pun bersiap siaga akan adanya ‘sesuatu’ yang bakal terjadi. Salah satunya adalah tersumbatnya jalanan yang menyebabkan kemacetan yang teramat dari kebiasaan macet. Semua itu terjadi tidak lain dan tidak bukan adalah BBM (Bom Bomerang Masyarakat). Mungkin maksud BBM tersebut sudah kita kenali secara lebi real. Oleh karena itu tidak usa diusut lebi jau lagi sebelum semuanya berakhir terlalu jau.
Kehendak, keinginan, kemauan dan bertele-tele tentang rasa yang setidaknya selalu ingin dicape, itulah ritme-ritme yang juga dikumandangkan oleh orang-orang yang baik dan arif seperti mereka itu. Mereka berbicara seperti alunan lagu yang memabukkan buatku, aku sangat menikmati diskusi diantara mereka sehingga tak tersadar bahwa diriku pun ingin langsung menuliskannya seperti ini. Lihat apa yang aku dengar dan sekarang aku ingin mempertajam rasaku terhadap ritme-ritme yang berkumandang dalam kalbuku dari mereka yang tetap kokoh membela mereka yang patut dibela.
Seandainya Negara ini tak berkepala; maksudnya tanpa Pres RI maka aku dengan senang hati kalau mereka menjadi bagian-bagian yang memprogramkan Negara kepada sesuatu yang tepat untuk diwujudkan di balik wujud-wujud lainnya karena dibalik wujud itu ada wujud lagi dan begitu seterusnya. Namun, setidaknya ada satu diantara satu dan satu lainnya yang berwujud di masyarakat. bukankah semuanya juga untuk kesejahteraan masyarakat? dan mereka lebih paham apa dan bagaimana seharusnya masyarakat INA itu diberlakukan secara keseluruhan menurutku.
Namun, bukan bearti aku menginginkan. Sekali lagi kita adalah Negara hukum yang berpatok pada Undang-Undang bahwa adanya suatu Negara adalah memiliki kepala pemerintahan. Berterima kasih lah kepada mereka yang telah menjadi bagian yang bergelut dalam pemerintahan yang semuanya dipilih oleh masyarakat terutama yang telah mengabdikan seluruh jiwa, raga dan hidupnya untuk kepentingan masyarakat. terima kasih bapak dan ibu ku.
Congclution about the true purpose are tahu dengan sadar, oleh karena melakukan bukan tahu dengan rasional yang pasti ada ujung untuk kepentingan/interest.
Slamet Rahardjo adalah seorang presenter yang pandai dan kreatif. I like him
Eross Djarot dan Aswendo Atmowiloto, mereka adalah budayawan yang bukan dibudayakan.
Bambang Widianto adalah ahli eksekutif TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan)
HS Dillon adalah utusan khusus Pres RI untuk penanggulangan Kemiskinan

They are the biggest men to be a get great moment to movement in our country … I guest it’s good idea to grow the truly life …

Aku Ingin Mengerti part II

Date Sunday, 25 March 2012
Aku Ingin Mengerti part II
Arrogant
Don’t be arrogant man because that is killing you.
If u believe God see u, so u must be careful to take your life …
Do u know why? Because beside to God so to other who u can get strong in your live?

Sifat itu datang tiba-tiba dalam suaraku, aku tak bisa menatap namun hendak ku rasakan terlebih saat ini yang semuanya sudah terlambat karena aku telah bercerita. Penyesalan, rasa itu kini aku rasakan maka kadang lebih baik untuk tidak berkomunikasi daripada harus menguras hidupku karena aku ceritakan walaupun memang aku tidak menyakiti orang lain.
Yah … aku tahu ternyata aku tidak mau mendapatkan penilaian buruk dari orang lain terhadapku yang “katanya ingin kapuji” menurut persepsiku. Semua jelas bahwa I am arrogant man.
Apakah penyesalan itu sengaja dihadirkan sebagai konsekuensi diri untuk bisa mengenal siapa diri ini? Kalaupun memang begitu mengapa hal itu menjadi beban, bukankah itu bagus jika memang dapat menjadikan seseorang menyesal atas perbuatannya? Haruskah pula penyesalan itu selalu menghampiri diri yang menjadikan diri tidak kuasa untuk menghindari rasa itu?
Kepastian lah yang menjadikan diriku menerima saat ini, ya …. Kepastian bahwa satu ato beberapa jam ke depan ato beberapa hari ke depan ato beberapa minggu, ato sebulan, ato bertahun-tahun aku akan melupakan hal ini and live is gone …. To everywhere.
17.50 tepatnya, penyesalan itu mengering dalam ingatanku dan tidak menjadi lembab seperti yang aku duga sebelumnya. Kini ku rasakan bahwa hal itu mengalir mengaliri semua sendi otakku yang kini hilang, tak berbekas. Ini menunjukan bahwa sesuatu yang menjadi perkara menurut diriku karena semuanya berawal dariku dapat aku rasakan menghilang menjadi debu yang tak pernah bisa aku lihat secara kasat mata dan itulah yang sekarang aku rasakan. Jiwa memiliki ruangnya sendiri begitupun dengan diriku atas perasaanku yang mengatakan bahwa aku menyesal pada saat pagi hingga menjelang siang dan sekarang tidak terjadi lagi padaku.
Sekali lagi kepastian bahwa semuanya memiliki titik dan ruangnya masing-masing yang hinggap ‘sesaat’ namun kemudian menghilang, pergi, entah kata apa yang tepat untuk melengkapi seperti yang aku rasa-I saat ini. Bersyukurlah diriku kepada Tuhan yang tidak membiarkanku larut dalam keremangan atas penyesalan yang aku perbuat. Terimakasih Tuhan, terimakasih.

Jumat, 16 Maret 2012

Aku Ingin Mengerti Part 1

Hidup ini memang super berwarna dengan dihinggapi tiap-tiap peristiwa di kehidupan ini. Sedih, bahagia, ceria, murung, galau, kecewa, kesal, sakit, sehat, jatuh hati, patah hati semuanya mengusung kondisinya masing-masing dengan masing-masing karakter yang membawa rasa-rasa dalam peristiwa tersebut.
Namun, walaupun begitu bahwa hidup memang apik dan selalu begitu hanya yang menjadi permasalahannya adalah individu yang memperlakukan dirinya dalam hidup ini apik? apik-apik, atau bahkan meng-apik-apik? semuanya memiliki bagian-bagian yang kadang tidak terjangkau. Human sebagai makhluk yang dikata sempurna adalah subjek utama dalam kehidupan ini dan kesempurnaan diri sebagai manusia tidak semua dirasa oleh tiap individunya. Kenapa? sebenarnya ketika seorang individu mengatakan sempurna kepada individu lain bahwa apa yang dibutuhkan serta diinginkan oleh individu yang dikata sempurna itu dapat diraih. Kenyataannya bisa ya, sama persis atau bahkan justru bertentangan atau bahkan dirinyalah yang sebenarnya makhluk sempurna itu dengan semua yang dimiliki dibanding makhluk yang dikata olehnya sempurna. Itulah diri manusia yang selalu mengharap seperti ..... tapi ketika ia yang merasakan sendiri belum tentu ia juga akan mengatakan dan mengakui seperti yang ia katakan sebelumnya. Semuanya berawal dari ketakutan ketika seseorang itu ingin mencoba, menghindar, bahkan mengutuknya. Ketakutan bukan mengisyaratkan bahwa seseorang itu menyerah tapi ketakutan itu adlah awal dari diri untuk melakukan atau justru tidak sama sekali, semua tergantung bagaimana ia menerima insting sehatnya terhadap keseluruhan dirinya, terutama secara batiniah karena ketkautan itu ditimbulkan oleh kondisi inside yang tampak pada kondisi outside diri.  
Oleh sebab itu, yang perlu diketahui bahwa diri memiliki kepercayaan, maka gunakanlah kepercayaan itu sesuai dengan keinginan individu jika dirasa itu aman dan baik bagi dirinya dan orang lain atau setidaknya bagi dirinya. Atau jika seseorang percaya akan rezeki Tuhan, maka berusahalah .... kalau memang Tuhan telah menyediakan tempatnya masing-masing sesuai dengan kapasitinya. Sikap tersebut tentu akan memberi stimulus positif terhadap diri untuk melangkah dengan kemandiriannya. Bahwa semuanya dapat terjadi ketika diri menolong diri dalam memperkuat diri untuk melakukan. Cobalah dengan ketakutan itu dan percaya bahwa Tuhan memiliki cerita-Nya sendiri untuk membuat diri menjadi seseorang ..... yang berawal dari ketakutan, walau dikata ketakutan itu muncul dari luar diri mengenai beragam ruang dan peristiwa sehingga terselip atau tersimpan rasa ketakutan dalam diri.