Aku ingin mengerti part VII
Bebal
05/04/12
Waktu tidak dapat kembali lagi, akuilah bahwa semuanya telah terlanjur dan keterlanjuran tersebut sudah usang untuk diingat karena akan membuat diri menjadi nelangsa oleh rasa penyesalan. Kenapa tidak dari dulu? sehingga apa-apa yang dibutuhkan saat ini cenderung disalahkan kepada masa-masa yang telah tertinggal di sana tanpa dimanfaatkan dengan baik seperti sekarang ini dimana merasa menyesal atas semua keterlanjuran yang memang telah terlanjur.
Sebenarnya kalopun disesali juga percuma kalo sesal itu tidak diubah ke yang seharusnya walau dikata terlambat dan lebih baik dilakukan daripada mengendapkan keterlambatan itu dengan penyesalan yang tiada guna hasil dari tidak memanfaatkan dari rasa menyesal itu dimana diri sadar dan memang mampu untuk memperbaiki.
Sudahlah, engahkan rasa sesal itu dan dengan sadar cepat penuhi. Terjangkau oleh kemampuan saat ini terhadap sesuatu yang dibutuhkan yang seharusnya dipenuhi sejak dulu. Apa mungkin untuk bisa sadar itu harus ‘butuh’ dulu? Lalu apa beda dengan dulu yang diabaikan? Apa memang karena ‘engeh’ nya baru saat ini? Atau memang ‘sadar’ akan pentingnya kebutuhan itu baru sekarang?
Seperti diriku saat ini, pas sadar akan pentingnya sesuatu yang seharusnya dipunyai sejak dulu kepepet sekarang. Namun, tetap bersyukur karena akan langsung ku lakukan, bagaimanapun caranya asal masih dalam tahap aman. Terbayang dalam benakku, dulu aku acuh sekarang aku mengemis-ngemis untuk mencari apa yang dulu aku acuhi. Memalukan memang, tapi semua itu akan lebih memalukan kalau tidak didapatkan untuk kali ini, walaupun memalukan.
Oleh karena itu, aku mencoba untuk tidak memusingkan atas penyesalanku terhadap sikapku yang dulu mengenai sesuatu yang kini menjadi penting sekali buatku. Aku harap hal ini menjadi ancaman atas diriku untuk lebih bersikap baik terhadap apa-apa yang walaupun terlihat sederhana, sebelum semuanya membalikkan diriku menjadi sesuatu yang lebih tidak berguna. Ancaman tersebut bukan suatu yang patut untuk ditakuti tapi lebih bersikap waspada agar nanti tidak terlalu menyesal seperti sesalku saat ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar